TC Hamlett berkisah tentang dua ekor katak. Ada dua ekor katak yang terjatuh ke dalam sebuah kaleng es krim dimana permukaan sisi kaleng tersebut mengkilap dan licin. Dengan perasaan yang sedih dan putus asa kodok pertama berkata “sudah tidak ada gunanya lagi aku berusaha untuk hidup, selamat tinggal sahabatku, selamat tinggal dunia yang menyedihkan” sambil berlinang airmata dan pasrah. Akhirnya diapun tenggelam ke dasar es krim.
Berbeda dengan kodok yang kedua, sambil terus berenang dia bergumam “tidak akan membantu dunia apabila satu kodok lagi mati, setidaknya aku akan berenang sejenak” sambil terus mengayuhkan kakinya agar tidak tenggelam. Dengan kayuhan kaki kodok yang terus menerus akhirnya lama kelamaan es krim itupun mulai membeku dan berubah menjadi mentega. Si kodok pun memiliki pijakan untuk melompat dan keluar dari kaleng es krim tersebut.
Satu hal yang membedakan kedua kodok ini yaitu cara pandang mereka terhadap lingungan sekitar dan bagaimana menyikapi hambatan yang dihadapi.
Cara pandang seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada disekelilingnya. Informasi yang masuk ke dalam pikiran kita setiap hari dan secara terus menerus dapat merubah pola pikir seseorang. Bila informasi yang kita terima selama ini baik melalui bacaan, obrolan, tontonan dan lain sebagainya bersifat memotivasi, memberi dukungan dan semangat , maka kita akan cenderung untuk selalu bersikap optimis. Sebaliknya jika informasi-informasi yang datang bersifat negatif, melemahkan diri sendiri, tontonan yang tidak bermutu, hal ini tentunya akan mempengaruhi pola pikir kita dalam menghadapi setiap permasalahan.
Orang yang memiliki cara pandang positif menganggap semua pekerjaan, tugas, maupun permasalahan yang dihadapi adalah amanah dan harus diselesaikan dengan baik bagaimanapun cara dan usaha yang harus dilakukan. Mereka memiliki cara pandang tersendiri terhadap lingkunganya sehingga tidak berharap orang lain perlu untuk memandangnya selama yang dikerjakan bermanfaat. Usaha dan kerja keras tentu jadi faktor utama dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
Sebenarnya bila kita selalu memandang sesuatu dengan sikap positif dibarengi dengan sebuah keyakinan yang kuat pasti hasilnya akan lebih sempurna. Kita harus percaya dunia di sekitar kita selalu memberikan dukungan kepada kita. Tinggal kembali kepada kita sendiri sejauhmana kita bisa memanfaatkan fasilitas serta dukungan yang ada di sekitar kita. Orang yang bersikap optimis tidak memendang kegagalan sebagai akhir dari segala usahanya, tetapi akan menganggap sebagai sebuah pelajaran yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kualitas dirinya sehingga tidak akan mengulangi kegagalan yang sama. Kegagalan adalah sebuah tantangan dan keberhasilan adalah sebuah motivasi.
Cara pandang yang positif akan memberi kemampuan kepada kita untuk selalu optimis dalam menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan kita, bahkan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas dan nilai hidup yang kita miliki. Itu sebabnya seseorang yang memiliki cara pandang positif akan memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu lebih dari yang diharapkan atau melebihi ekspektasi.
Dengan niat yang tulus, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik karena dia tahu semua itu merupakan bagian dari hidupnya untuk menuju keberhasilan.
“Ketika kita memandang permasalahan dan beban itu berasal dari diri kita, justru pada saat itu sebenarnya kitalah yang bermasalah” Sedangkan pepatah Cina mengatakan “Daripada mengutuki kegelapan lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan” (Stephen Covey).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar